Mengubah hobi menjadi bisnis yang sukses tentu menjadi impian banyak orang. Inilah kisah inspiratif Sari Permatasari, pendiri Sari Bookstore yang kini menjadi salah satu toko buku paling dikenal di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Dari awal yang sederhana, Sari berhasil membangun usahanya hingga menjadi destinasi utama pecinta buku di Salatiga dan sekitarnya.
Sari Permatasari, yang akrab disapa Mbak Sari, sejak kecil dikenal gemar membaca. Semua buku, dari novel remaja, buku pelajaran, sampai komik, dia baca dengan penuh semangat. Kegemarannya ini semakin tumbuh ketika kuliah di Universitas di Salatiga, di mana ia sering kali kesulitan mencari buku referensi bahan kuliah.
Dari pengalaman kesulitan mencari buku tersebut, Sari mulai berjualan buku secara kecil-kecilan di lingkungan kampus pada tahun 2009. Dengan modal yang terbatas, ia memesan buku dari distributor di Yogyakarta dan Semarang, lalu menjualnya ke teman-temannya dengan harga bersahabat.
Antusiasme pembaca dan respon positif dari teman-teman membuat Sari semakin yakin untuk mengembangkan usaha. Pada tahun 2012, dengan keberanian dan modal pinjaman dari keluarga, ia menyewa sebuah kios kecil di Jl. Diponegoro, Salatiga. Toko buku sederhana inilah yang kemudian dikenal sebagai Sari Bookstore.
Dengan modal kepercayaan dan sikap ramah, Sari selalu mendengarkan keinginan pelanggannya. Jika buku yang dicari tidak tersedia, ia dengan sigap mencarikannya dari luar kota. Hal ini membuat pelanggan merasa nyaman, bahkan setia berbelanja ke Sari Bookstore.
Tidak hanya menjual buku, Sari terus berinovasi. Ia mulai menghadirkan buku-buku langka, literatur asing, hingga koleksi buku-buku pelajaran untuk berbagai jenjang pendidikan. Namun, yang membuat Sari Bookstore berbeda adalah pelayanannya yang tulus dan penuh kehangatan.
Dengan komitmen tersebut, Sari Bookstore menjadi tempat tidak hanya membeli buku, tetapi juga belajar dan bertukar pikiran antar pecinta literasi.
Seiring perkembangan zaman, tantangan juga dihadapi Sari Bookstore. Masuknya buku digital dan penjualan online memberi tekanan berat pada toko buku fisik. Namun, Sari tidak menyerah. Ia justru merangkul era digital dengan membuka toko online di media sosial dan marketplace. Buku-buku Sari Bookstore kini bisa dipesan melalui Instagram, WhatsApp, hingga Tokopedia.
Sari Bookstore juga aktif membuat konten edukatif di media sosial, membagikan tips membaca, tukar buku, serta review buku terbaru. Hal ini membuat komunitas pembaca makin erat dan loyal terhadap Sari Bookstore.
Tidak berhenti di bisnis, Sari Bookstore berkontribusi aktif pada pengembangan literasi di Salatiga. Bersama komunitas lokal, Sari menginisiasi pojok baca gratis di beberapa sudut kota dan sekolah, serta aktif menggelar acara donasi buku untuk anak-anak di daerah pelosok.
Beberapa kegiatan yang sering diadakan antara lain:
Dengan itu, Sari Bookstore tidak hanya menjadi toko buku biasa, namun bertransformasi menjadi pusat penggerak literasi lokal.
Atas dedikasinya, Sari Permatasari dan Sari Bookstore telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah kota dan dinas pendidikan Jawa Tengah. Pada tahun 2022, Sari dinobatkan sebagai “Pengusaha Perempuan Inspiratif Kota Salatiga” dan Sari Bookstore meraih penghargaan “Toko Buku Favorit Pelajar”.
Penghargaan ini tidak membuat Sari berpuas diri; sebaliknya, ia semakin tertantang untuk terus mengembangkan usahanya, melayani pelanggan dengan sepenuh hati, dan memajukan dunia literasi tanah air.
Banyak yang bertanya, apa rahasia sukses Sari Bookstore? Menurut Sari, kunci utamanya adalah tekun, jujur, ramah, dan selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Ia juga percaya bahwa usaha yang didasari niat baik dan passion akan memberikan hasil yang terbaik.
Kisah Sari Permatasari membuktikan bahwa sukses dapat diraih siapa saja, asal ada tekad dan kerja keras. Dari usaha kecil di pinggir jalan, kini Sari Bookstore menjadi sahabat para pencinta buku, wadah para pembelajar, dan sumber inspirasi di kota Salatiga.
Jika Anda berkunjung ke Salatiga, jangan lewatkan mampir ke Sari Bookstore. Temukan ribuan koleksi buku, suasana hangat, serta jejak perjalanan luar biasa seorang perempuan Jawa Tengah yang mewujudkan mimpi besarnya melalui dunia literasi.